Sifat serba AKU dalam beribadah

Jangan sampai sifat ke AKUAN menguasai kita…

ke-AKU-an disebut juga dengan sifat Ananiyah adalah suatu sifat yang menurut saya sangat negatif dalam perjalanan kita menuju ALLAH karena datangnya sangat halus tanpa di sadari menyerap dan mendarah daging di diri kita.

Menurut Arif Billah, sifat serba AKU bisa membuat orang tanpa disadari telah yang menyekutukan ALLAH dengan dirinya, Nauzubillah….

Rusaklah imannya karena menonjolkan serba akunya. Hal ini paling sering menguasai diri kita sehingga kita menjadi budak keakuan kita sendiri. Akibatnya manusia suka mementingkan diri sendiri.

Sifat ananiyah atau serba aku itu, menganggap dirinya dapat menentukan sesuatu, memastikan sesuatu, menganggap dirinya sebanding bahkan menjadi tandingan Allah Taala.

Manusia itu mudah sekali tergelincir untuk mementingkan akunya semata-mata, Kebanyakan orang yang memiliki suatu ilmu, mudah sekali menganggap dirinya hebat, Allah membiarkan dirinya dikuasai oleh lagaknya karena bangga akan ilmu yang telah diperolehnya , padahal jelas-jelas ilmu yang dimilikinya adalah Ilmunya Allah dan milik Allah.

Perhatikanlah Surat Al-Jaatsyiah ayat 23, yang artinya:

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya [ke-AKU an] sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah [membiarkannya sesat]. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? 

Coba kita perhatikan “Ungkapan-ungkapan” yang biasa kita ucapkan dan dengar seperti ungkapan serba-AKU seperti¬†WIRID-KU, AMAL-KU, IBADAH-KU, PUASA-KU, ILMU-KU….dan lain sebagainya

Padahal sudah jelas hanya dengan pertolongan ALLAH jualah kita bisa ber-amal, berzikir, sholat, puasa karena TANPA pertolongan-Nya adalah mustahil kita bisa melakukan semua itu, kemampuan beribadah adalah limpahan Anugerah-Nya, ni’mat-Nya dan rahmat-Nya kepada manusia.

Maka berhati-hatilah dengan Ungkapan kita baik di mulut dan di hati….

Mampukah kita beribadah tanpa pertolongan Allah?

NI’MAT ALLAH MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN?

Comments are closed.